Latar Belakang

Dalam dunia bisnis, penjualan sering dijadikan sebagai salah satu tolak ukur keberhasilan suatu usaha. Semakin tinggi angka penjualan, semakin besar pula peluang bisnis untuk berkembang dan mencapai keuntungan yang maksimal. Namun, realitas di lapangan tidak selalu berjalan mulus. Banyak pelaku usaha yang menghadapi tantangan berupa penurunan penjualan secara signifikan, yang jika tidak segera diatasi, bisa berdampak buruk pada kelangsungan bisnis.

Terdapat berbagai faktor yang dapat menyebabkan lesunya angka penjualan, baik yang berasal dari dalam perusahaan (internal) maupun dari luar (eksternal). Faktor-faktor ini bisa meliputi strategi pemasaran yang kurang efektif, perubahan tren pasar, persaingan yang semakin ketat, hingga kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Fakta mencengangkan yang didapat dari Bloomberg Technoz (per 17 Mar 2025):

pola beli masyarakat

mengatakan bahwa saat ini pola pembelian masyarakat jauh berubah.

Dikutip dari Bloomberg Technoz:

"Dari sisi ritel FMCG, terjadi shifting, atau pola beli masyarakat berubah. Biasanya dia konsumen produk brand ini, sekarang gak terlalu tertarik," ujar Solihin saat dihubungi, Senin (17/3/2025).
"Sekarang gak harus itu, ada merek yang lain yang jauh lebih murah. Akhirnya terjadi pergeserannya ke sana. Mereka [saat ini] tidak berorientasi merek, tetapi manfaatnya sama, asalkan lebih murah," kata Solihin.

Oleh karena itu, penting bagi setiap pelaku usaha untuk memahami apa saja penyebab turunnya penjualan agar dapat segera mengambil langkah strategis dalam mengatasinya.

Daftar Isi

Nah, dalam artikel ini, kita akan mengulas secara mendalam berbagai penyebab yang bisa berkontribusi terhadap menurunnya angka penjualan bisnis Anda, serta cara mengantisipasinya. Yuk, simak penjelasannya lebih lanjut!

Sebelum kita membahas lebih banyak penyebab yang membuat penjualan bisnis turun, ada 2 penyebab teratas yang membuat bisnis bisa bangkrut. Kita lihat gambar dibawah ini:

alasan omset menurun

Terlihat bahwa penyebab paling teratas yang membuat bisnis bukan lagi menurunnya penjualan namun menjadi bangkrut adalah;

  1. Menolak untuk berubah
  2. Tidak berfokus pada konsumen

Maka dari itu, usahakan bahwa bisnis kita yang saat ini masih berjalan, jangan sampai melakukan 2 sebab diatas.

Penyebab Internal Penurunan Penjualan  

Salah satu penyebab penurunan penjualan dalam bisnis terkadang datang dari internal bisnis itu sendiri, seperti:

1. Kualitas produk menurun  

Produk yang tidak sesuai dengan harapan pelanggan atau mengalami penurunan kualitas dapat menyebabkan pelanggan berpindah ke kompetitor.  

2. Harga yang tidak kompetitif

Harga yang terlalu mahal dibandingkan dengan produk sejenis di pasaran bisa menjadi penghalang utama bagi pelanggan untuk memilih produk Anda.  

3. Kurangnya inovasi produk

Pelanggan membutuhkan sesuatu yang baru dan menarik. Kurangnya inovasi dapat membuat produk Anda terkesan membosankan.  

4. Strategi pemasaran yang kurang efektif

Promosi yang tidak menarik atau salah sasaran akan menyebabkan pelanggan tidak mengetahui produk Anda. Gunakan salah satu layanan kami jasa digital marketing Jakarta meliputi:

  • Jasa SEO
  • Jasa Meta Ads
  • Jasa Google Ads

5. Pelayanan pelanggan yang buruk  

Pelanggan cenderung tidak kembali bila mereka merasa tidak puas dengan pelayanan yang diberikan.  

6. Persediaan barang tidak memadai 

Stok barang yang sering habis juga dapat menurunkan kepercayaan pelanggan.  

7. Kesalahan manajemen operasional  

Kesalahan dalam manajemen seperti distribusi barang yang lambat atau tidak efisien juga dapat mengurangi minat beli pelanggan.  

8. Ketidaksesuaian target pasar

Memasarkan produk ke audiens yang salah dapat membuat bisnis Anda kehilangan potensi pembeli.  

9. Kurangnya pelatihan karyawan  

Karyawan yang tidak terampil dapat memengaruhi efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan.  

10. Kurang mengoptimalkan teknologi

Tidak menggunakan teknologi modern seperti e-commerce atau digital marketing dapat membuat bisnis Anda kalah bersaing.  

Penyebab Eksternal Penurunan Penjualan

Di sisi lain, penyebab eksternal juga dapat memengaruhi penurunan penjualan dalam suatu bisnis. 

11. Persaingan yang semakin ketat  

Munculnya kompetitor baru dengan strategi yang lebih menarik dapat mengalihkan pelanggan Anda.  

12. Perubahan tren pasar

Tren pasar yang berubah cepat dapat membuat produk Anda terlihat usang atau sudah tida relevan dengan masa kini.  

13. Kondisi ekonomi yang buruk 

Penurunan daya beli masyarakat akibat resesi atau inflasi juga dapat berdampak langsung pada penjualan.  

14. Pandemi atau bencana alam  

Krisis seperti pandemi atau bencana alam, seperti Covid beberapa tahun lalu, dapat mengganggu rantai pasok dan menurunkan minat beli masyarakat.

15. Kebijakan pemerintah yang tidak mendukung

Terkadang, terdapat peraturan baru yang menyulitkan operasional bisnis, sehingga menjadi faktor signifikan penurunan penjualan.  

16. Musim atau periode waktu tertentu 

Beberapa produk hanya laris di musim tertentu, sehingga di luar musim tersebut penjualan produk tertentu cenderung turun.  

17. Review atau ulasan negatif  

Ulasan buruk dari pelanggan di media sosial atau platform review lainnya dapat memengaruhi reputasi bisnis Anda.  

18. Krisis kepercayaan pelanggan  

Kasus tertentu seperti produk cacat atau layanan yang buruk dapat membuat pelanggan kehilangan kepercayaan pada produk Anda.  

19. Tingkat kompetensi yang rendah di pasar

Kurangnya pemahaman pasar lokal bisa menyebabkan strategi bisnis Anda tidak efektif.  

20. Kesalahan dalam branding

Brand yang tidak jelas atau tidak sesuai dengan target pasar bisa membuat pelanggan bingung atau tidak tertarik.

meta ads

Faktor Lain yang Dapat Memengaruhi Penjualan

Selain faktor internal dan eksternal, penurunan penjualan dalam bisnis juga dipengaruhi oleh beberapa hal, di antaranya:

21. Lokasi toko yang tidak strategis  

Bisnis dengan lokasi toko yang sulit dijangkau, pada akhirnya akan kesulitan menarik pelanggan. Jangan lupa untuk gunakan fitur google bisnisku agar bisnis kita mudah ditemukan oleh calon pelanggan melalui internet.

22. Kurangnya promosi di media sosial 

Di era digital sekarang ini, media sosial adalah alat pemasaran penting. Abainya suatu bisnis pada platform ini dapat menurunkan brand awareness bisnis tersebut. Gunakan jasa kelola sosial media atau jasa instagram ads jika Anda tidak pandai dalam mengoptimalkan kekuatan media sosial untuk perkembangan bisnis.

23. Terlalu fokus pada satu saluran penjualan 

Ketergantungan pada satu saluran penjualan saja, seperti toko offline tanpa adanya toko online, dapat membatasi potensi pendapatan.  

24. Kurangnya kolaborasi atau kemitraan  

Bisnis yang tidak menjalin kerja sama dengan pihak lain seperti distributor atau influencer akan sulit menjangkau audiens lebih luas.  

25. Penanganan keluhan yang lambat

Pelanggan yang tidak puas dan keluhan yang tidak ditangani dengan baik bisa membuat mereka beralih ke kompetitor.  

26. Diskon atau promo yang kurang menarik 

Promo yang tidak kreatif atau terlalu jarang diadakan dapat menurunkan minat beli pelanggan.  

27. Kurangnya analisis data penjualan  

Tanpa analisis yang baik, bisnis tidak bisa mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.  

28. Overbranding 

Branding yang terlalu dipaksakan atau tidak sesuai dengan produk justru dapat menciptakan kesan negatif.  

29. Peningkatan biaya operasional  

Biaya operasional yang melonjak tanpa adanya peningkatan penjualan dapat menyebabkan bisnis Anda kesulitan bersaing.  

30. Kurangnya fokus pada pelanggan setia

Mengabaikan pelanggan setia dan terlalu fokus mencari pelanggan baru dapat merugikan bisnis Anda.

Checklist Untuk Membantu Meningkatkan Penjualan Bisnis


Kami memiliki sebuah checklist yang dapat membantu Anda dalam meningkatkan penjualan di bisnis Anda. Anda bisa mengikuti strategi action plan yang ada disana. Anda tinggal print dan Anda bisa gunakan untuk menjadi benchmark pergerakan bisnis Anda kedepannya. Anda bisa dapatkan pdfnya disini: Download PDF Action Plan Peningkatan Bisnis

Pertanyaan-Pertanyaan Seputar Alasan Omset Menurun

Lakukan analisis data penjualan dan feedback pelanggan. Jika penurunan terjadi akibat keluhan terhadap kualitas produk atau harga, maka penyebabnya internal. Namun, jika tren pasar atau daya beli pelanggan yang berubah, kemungkinan besar penyebabnya adalah faktor eksternal.
Lakukan analisis mendalam melalui laporan penjualan, feedback pelanggan, serta evaluasi kompetitor. Gunakan data untuk menemukan pola penurunan dan lakukan survei langsung ke pelanggan untuk memahami alasan mereka tidak lagi membeli produk Anda.
Ya, harga yang terlalu tinggi dapat membuat pelanggan memilih kompetitor, sementara harga yang terlalu rendah bisa mengurangi margin keuntungan. Pastikan strategi penetapan harga sesuai dengan nilai produk dan daya beli pasar.
Pelanggan selalu mencari sesuatu yang baru. Jika bisnis tidak menawarkan inovasi, produk bisa dianggap usang dan membosankan. Lakukan riset pasar secara rutin untuk memahami tren dan berinovasi dalam fitur, desain, atau kemasan produk.
Gunakan data penjualan, laporan keuangan, dan feedback pelanggan untuk melihat kelemahan bisnis. Lakukan perbaikan secara berkala pada strategi pemasaran, harga, dan layanan pelanggan.

Kesimpulan

Penurunan omzet dalam bisnis dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari dalam (internal) maupun luar (eksternal) perusahaan. Faktor internal seperti penurunan kualitas produk, harga yang tidak kompetitif, kurangnya inovasi, serta strategi pemasaran yang kurang efektif dapat membuat pelanggan berpaling ke pesaing. Sementara itu, faktor eksternal seperti tren pasar, perubahan perilaku konsumen, meningkatnya persaingan, atau kondisi ekonomi yang tidak stabil juga dapat berkontribusi terhadap turunnya penjualan.

Untuk mencegah dan mengatasi penurunan omzet, pelaku usaha harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap strategi bisnisnya. Meningkatkan kualitas produk, menyesuaikan harga dengan pasar, mengoptimalkan strategi pemasaran, serta memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan adalah beberapa langkah penting yang dapat dilakukan. Selain itu, melakukan analisis data secara berkala dan mengikuti perkembangan tren industri juga menjadi kunci untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.