Dalam dunia bisnis, terutama pemasaran digital, dua metrik yang sering menjadi perhatian utama adalah ROI (Return on Investment) dan ROAS (Return on Ad Spend). Keduanya penting untuk mengevaluasi keberhasilan suatu investasi, baik dalam skala umum bisnis maupun kampanye iklan tertentu. Artikel ini akan membahas secara lengkap dan terstruktur tentang apa itu ROI dan ROAS, perbedaannya, cara menghitung, serta bagaimana menerapkan keduanya dalam strategi bisnis.

Daftar Isi

1. Apa Itu ROI (Return on Investment)?

Return on Investment (ROI) adalah metrik yang digunakan untuk mengukur seberapa efektif suatu investasi menghasilkan keuntungan dibandingkan dengan modal yang diinvestasikan. ROI memberikan gambaran apakah investasi yang dilakukan menguntungkan atau merugikan.

Rumus ROI:

rumus roi

Contoh Perhitungan:

contoh roi

Jika Anda menginvestasikan Rp 10.000.000 dalam bisnis dan menghasilkan keuntungan bersih Rp 15.000.000, maka:

Artinya, Anda mendapatkan keuntungan sebesar 50% dari total modal yang diinvestasikan.

Mengapa ROI Penting?

  • Mengukur profitabilitas investasi.
  • Membantu membandingkan berbagai proyek atau strategi bisnis.
  • Memudahkan pengambilan keputusan investasi berdasarkan hasil yang konkret.

2. Apa Itu ROAS (Return on Ad Spend)?

Return on Ad Spend (ROAS) adalah metrik yang digunakan untuk mengukur efektivitas kampanye iklan. ROAS berfokus pada seberapa banyak pendapatan yang dihasilkan dari setiap rupiah yang dihabiskan untuk iklan.

Rumus ROAS:

rumus roas

Contoh Perhitungan:

contoh roas

Jika Anda menghabiskan Rp 5.000.000 untuk iklan dan menghasilkan Rp 20.000.000 dari hasil penjualan, maka:

Artinya, setiap Rp 1 yang Anda belanjakan menghasilkan Rp 4 dalam pendapatan. Ini sering ditulis sebagai 4:1 atau 400%.

Mengapa ROAS Penting?

  • Mengukur efektivitas pengeluaran iklan.
  • Mengetahui iklan mana yang menghasilkan pendapatan tertinggi.
  • Membantu mengalokasikan anggaran pemasaran secara optimal.

3. Perbedaan Antara ROI dan ROAS

Meskipun keduanya berkaitan dengan keuntungan, ada beberapa perbedaan mendasar dalam fokus, tujuan, dan cara perhitungannya. Apa saja itu mari kita simak.

AspekROI (Return on Investment)ROAS (Return on Ad Spend)
DefinisiMengukur total keuntungan dibandingkan dengan total investasi.Mengukur pendapatan yang dihasilkan dari setiap rupiah yang dihabiskan untuk iklan.
FokusSeluruh investasi bisnis (produksi, operasional, pemasaran, dll). Hanya fokus pada efektivitas kampanye iklan.
Rumus(Keuntungan Bersih / Total Investasi) × 100%Total Pendapatan / Total Biaya Iklan
Tujuan Menentukan profitabilitas bisnis secara keseluruhan. Menentukan efisiensi anggaran iklan.
LingkupLuas (mencakup semua aspek bisnis).Spesifik (hanya terkait anggaran iklan).

4. Kapan Harus Menggunakan ROI dan ROAS?

Gunakan ROI jika:

  • Ingin mengevaluasi profitabilitas seluruh bisnis atau proyek.
  • Membandingkan beberapa peluang investasi.
  • Menentukan apakah modal yang diinvestasikan menghasilkan keuntungan atau kerugian.

Gunakan ROAS jika:

  • Ingin mengevaluasi performa kampanye iklan.
  • Menentukan iklan mana yang memberikan hasil terbaik.
  • Menyesuaikan anggaran pemasaran berdasarkan hasil nyata.

apa itu roi meta ads

5. Faktor yang Mempengaruhi ROI dan ROAS

Faktor yang Mempengaruhi ROI:

  • Biaya Operasional: Semakin tinggi biaya operasional, semakin rendah ROI.
  • Harga Jual: Menentukan seberapa besar margin keuntungan.
  • Volume Penjualan: Semakin tinggi volume penjualan, semakin besar keuntungan.

Faktor yang Mempengaruhi ROAS:

  • Targeting Iklan: Iklan yang tertarget dengan baik cenderung menghasilkan ROAS lebih tinggi.
  • Kreativitas Iklan: Konten iklan yang menarik meningkatkan konversi.
  • Platform Iklan: ROAS bisa berbeda pada platform seperti Google Ads, Facebook Ads, dan lainnya.

6. Bagaimana Meningkatkan ROI dan ROAS?

Tips Meningkatkan ROI:

  • Kurangi Biaya Produksi: Temukan supplier yang lebih murah tanpa mengorbankan kualitas.
  • Tingkatkan Harga Jual: Sesuaikan harga dengan nilai tambah produk atau layanan.
  • Optimalkan Proses Operasional: Otomatiskan proses bisnis untuk menurunkan biaya.

Tips Meningkatkan ROAS:

  • Segmentasi Audiens: Targetkan audiens yang lebih spesifik dan relevan.
  • Optimalkan Iklan: Gunakan A/B testing pada teks dan visual iklan.
  • Pilih Platform yang Tepat: Analisis platform dengan hasil konversi terbaik.

7. Contoh Kasus dalam Bisnis

Contoh 1 – ROI:


Sebuah bisnis ritel menginvestasikan Rp 100 juta untuk membuka toko baru. Setelah satu tahun, toko tersebut menghasilkan keuntungan bersih Rp 150 juta.

Artinya, toko tersebut menghasilkan keuntungan 50% dari modal yang diinvestasikan.

Contoh 2 – ROAS:


Sebuah bisnis e-commerce menghabiskan Rp 10 juta untuk iklan di Google Ads dan menghasilkan penjualan Rp 30 juta.

Artinya, setiap Rp 1 yang dihabiskan menghasilkan Rp 3 dalam pendapatan.

8. Pertanyaan Terkait ROI dan ROAS

Inilah rangkuman pertanyaan strategis terkait ROI dan ROAS yang mungkin dapat membuka cakrawala Anda dalam berbisnis:

1. Bagaimana cara menetapkan target ROI dan ROAS yang realistis?
Menetapkan target ROI dan ROAS yang realistis memerlukan analisis data historis, biaya operasional, dan tren pasar.
  • ROI: Target profit 15-25% sesuai dengan industri.
  • ROAS: Idealnya 4:1 (Rp 1.000 menghasilkan Rp 4.000).
  • Gunakan data historis dan benchmarking untuk akurasi.
2. Apa risiko jika bisnis tidak memantau ROI dan ROAS secara berkala?
Risiko meliputi pengeluaran berlebihan, efisiensi rendah, dan kehilangan pangsa pasar.
  • Biaya iklan bisa membengkak tanpa hasil sepadan.
  • Keputusan bisnis bisa salah tanpa data akurat.
3. Bagaimana teknologi dan analitik membantu mengoptimalkan ROI dan ROAS?
Teknologi memungkinkan pelacakan real-time dan personalisasi.
  • Pelacakan: Google Analytics dan Meta Ads Manager.
  • Segmentasi: Target audiens lebih spesifik.
  • Otomatisasi: AI menyesuaikan tawaran otomatis.
4. Apakah perusahaan harus berinvestasi lebih banyak jika ROI tinggi?
Tidak selalu. ROI tinggi perlu dikaji dengan beberapa faktor lain:
  • Kapasitas Operasional: Bisakah menangani permintaan lebih banyak?
  • Potensi Risiko: Risiko menurunkan efisiensi.
  • Diversifikasi: Mungkin lebih baik alokasikan ke proyek lain.
5. Bagaimana menyeimbangkan pengeluaran iklan dan profitabilitas bisnis?
Seimbangkan dengan fokus pada Lifetime Value (LTV) dan optimasi biaya.
  • Hitung semua biaya, termasuk overhead.
  • Uji berbagai kanal iklan.
  • Optimalkan konten dan evaluasi berkala.
6. Bagaimana inflasi dan perubahan ekonomi memengaruhi ROI dan ROAS?
Inflasi meningkatkan biaya produksi dan menurunkan daya beli konsumen.
  • Biaya Iklan: CPC tetap tinggi.
  • Solusi: Efisiensi operasional dan fokus pada margin tinggi.

9. Kesimpulan

ROI (Return on Investment) dan ROAS (Return on Ad Spend) adalah dua metrik fundamental dalam dunia bisnis yang sering digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan investasi dan efektivitas kampanye pemasaran. Meskipun keduanya berkaitan dengan pengukuran hasil finansial, masing-masing memiliki fokus dan tujuan yang berbeda namun saling melengkapi.

  • ROI berperan sebagai indikator utama profitabilitas keseluruhan dari suatu investasi. Dengan menghitung ROI, bisnis dapat mengetahui seberapa besar keuntungan yang dihasilkan dibandingkan dengan total modal yang telah dikeluarkan. Ini membantu perusahaan menilai apakah suatu proyek, produk, atau strategi bisnis layak untuk dilanjutkan, ditingkatkan, atau dihentikan.
  • ROAS lebih spesifik pada efektivitas anggaran iklan. Dengan mengukur seberapa banyak pendapatan yang dihasilkan dari setiap rupiah yang dihabiskan untuk iklan, bisnis dapat menilai apakah kampanye pemasaran tertentu efektif atau perlu dioptimalkan. Ini sangat penting dalam era digital di mana persaingan pemasaran semakin ketat, dan setiap platform memiliki karakteristik serta biaya yang berbeda.

Lihat artikel menarik kami lainnya: